Sunday, October 11, 2015

Mudah & Menjanjikan dengan Ternak Semut Jepang


Friday, June 19, 2015

Estimasi Dan Analisa Usaha Ternak Jangkrik


Estimasi dan anlisa usaha sangat penting, terlebih ketika kita melakukan bisnis dan usaha hal ini sering dilakukan oleh hampir semua pelaku usaha baik pemula, senior, maupun profesional. Salah satu manfaatnya adalah agar apa yang kita lakukan dapat terukur baik dari rencana maupun realisasinya. Tidak sedikit orang yang melakukan dan pengembangkan dunia usaha tanpa memperhitungkan darimana dan berapakah biaya yang akan dihabiskan. Oleh karena itu, anggapan positif dari para pelaku usaha yang sering menyampaikan opininya sering mengatakan, “anda jangan coba – coba melakukan sesuatu tanpa perencanaan dan perhitungan yang matang”.

Begitu juga dengan usaha yang akan disampaikan pada kesempatan ini, estimasi dan analisa usaha ternak jangkrik perlu diperhitungkan agar anda tidak terjebak (maaf) modal habis, usaha gagal dan bangkrut. Siapa yang rugi…. (tidak perlu dijawab).

Secara sederhana akan saya sampaikan sebagai berikut :

Biaya Kandang (untuk 1 kotak penangkaran)

Untuk mempermudah bagi anda yang memiliki rencana untuk ber_bisnis jangkrik saya rasa sangat terukur dan modal yang anda keluarkan tidak akan begitu banyak, tergantung rencana dan keterbutuhan yang akan anda lakukan misalnya anda akan membuat kandang lebih satu (maka akumulasi berlaku), begitu juga dengan pengadaan calon indukan jangkrik, pakan, upah pekerja, dan biaya operasional lainnya merupakan satu kesatuan yang harus diperhitungkan. Nah, berikut saya sampaikan simulasi sederhana untuk anda coba di rumah.

Biaya Calon Indukan Dan Pakan    
      
Total estimasi dan biaya penangkaran ternak jangkrik

Uraian estimasi dan analisa tersebut di atas dibuat untuk pengadaan pembuatan kandang (1 kotak), pengadaan calon indukan jangkrik, dan pengadaan biaya pakan, jika anda berrencana untuk membuat lebih dari 1 kandang maka akumulasi perhitungan estimasi dan biaya ternak menjadi berlaku. Uraian di atas secara sederhana dibuat agar mudah dimengerti dan tidak ribet, untuk harga di atas hanya sebagai simulasi sebab selisih harga disetiap daerah berbeda-beda.

Selamat mencoba dan sukses untuk anda.

Tuesday, June 16, 2015

TERNAK Dan BUDI DAYA JANGKRIK (Simple)



Jangkrik (bahasa latin Gryllidae) merupakan serangga kecil yang bersuara nyaring, keras, mulai aktif dan mencari makan ketika sore dan menjelang malam hari, beberapa jenis jangkrik yang dikenal di tengah masyarakat saat ini pada umumnya adalah jenis jangkrik Gangsir (Brachytrypes portentosus) identik berwarna coklat muda, Jeliteng (Grylfus bimaculatus) identik berwarna hitam pekat bercolak kuning/ orange Jerabang (Gryllus domesticus) identik berwarna cokelat muda/tua, kuningt terang, Upa/upo (Gryllodes sigillatus) identik berwarna putik terang berkumis panjang, Bering (Telegrylfus mitratus) identik berwarna hitam pekat. Suara yang dikeluarkan oleh setiap jangkrik berbeda – beda tergantung cara kita memelihara dan terkadang juga sesuai dengan kondisi alam suatu wilayah. Hampir mayoritas peternak jangkrik tahu betul karakteristik masing – masing jangkrik dan turunannya, bagi para pemula yang baru akan menekuni bisnis ini saya sarankan untuk menggali ilmu dan menguak referensi positif dari dan oleh para peternak senior dan profesional, agar kelak apa yang kita realisasikan tidak sia – sia dan menghambur – hamburkan modal.


Persiapan 
  • Area Kandang : usahakan ruangan tertutup (hindari keramaian dan bising), jauh dari jangkauan anak – anak, hanya ada sedikit sinar matahari yang masuk ke area kandang
  • Bahan dan Peralatan : sediakan triplek diameter 3 mili, papan, atau sejenisnya (sesuaikan dengan rencana dan model yang anda inginkan, golok, meteran, paku, kayu, kaso, selotif, lem kayu, plastik, pasir, dan sebagainya)

Pembuatan Kandang

  • Ukuran kandang : panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 70 cm

  • (jika anda berencana membuat kandang bertingkat kalkulasikan dan sesuaikan saja ukuran kandangnya, akan tetapi saya menyarankan agar kandang dibuat rean memanjang dan berjejer, agar mudah dalam pengontrolan dan panen)

  • Usahakan kotak yang dibuat rapih dan tidak terdapat celah
  • Penutup kotak dibuat otomatis (bisa dibuka – tutup manual)
  • Sediakan tempat untuk memasang cangkokan lampu (listrik) fungsinya agar anda tidak kerepotan ketika memeriksa kondisi kandang pada malam hari
  • Pasang plastik di bagian dalam kandang (sisi - sisi kandang), fungsinya sebagai pelicin dan agar jangkrik tidak kabur ke luar kandang
  • Usahakan tidak ada celah pada setiap sekatan atau sudut – sudut kandang (telur dan anakan jangkrik ukurannya sangan mini)
  • Beri taburan secukupnya pasir sebagai media perangsang dan tempat bertelur
  • Sediakan wadah berukuran kecil untuk tempat minum jangkrik
  • Di bagian dalam kandang sediakan kardus (jika ada dus/ kertas bekas telur), koran bekas di buat bulatan besar, dan sebagainya (media apa saja dapat digunakan sebagai tempat bertelur dan anakan jangkrik sesuaikan dengan keinginan dan kreatifitas anda)
  • Anda juga dapat memanfaatkan tong bekas sebagai kandang buatan   
(lihat gambar simulasi )
Gambar Simulasi A. Kandang Berbentuk Kotak Peti


 Gambar Simulasi B. Kandang Terbuat Dari Tong Bekas

Persiapan Calon Indukan
Sebelum menjelaskan sedikit banyak tentang persiapan bibit indukan saya akan memberi pertanyaan bagi anda pembaca :

Pertanyaan pertama, apakah anda tinggal di desa atau kampung ? (tidak perlu dijawab)
Pertanyaan kedua, apakah anda tinggal di daerah pebukitan, kebun, sawah, dan dikelilingi gunung dan hutan? (tidak perlu dijawab)

Pertanyaan ketiga, apakah anda orang Indonesia hehehe sabar gan…!?

Nah, jawaban dari ketiga pertanyaan tadi adalah bahwa anda orang beruntung dan menuju sukses, anda tidak akan kesulitan mendapatkan bibit indukan jangkrik sebab para jangkrik sedang menunggu anda di sana. Untuk mendapatkan calon indukan jangkrik dalam kapasitas besar, maka tidak salah jika anda memanfaatkan jasa (anak – anak desa) untuk mengambilnya di kebun. 

Untuk mengetahui ciri – ciri jangkrik jantan adalah suara keras (men_derik), sayap di bagian atas punggung kriting, jika ditiup keras pada bagian belakang akan mengeluarkan suara, lincah, agresif, dan cenderung rapih (mengkilap). Untuk jangkrik betina (merupakan kebalikan dari jangkrik jantan) hanya saja jangkrik betina memiliki alat untuk bertelur atau dikenal dengan ovipositor. Tipsnya adalah cari dan pilih calon indukan jangkrik yang masih lengkap (kondisi fisik jangkrik tidak cacat)

Proses Perkawinan Jangkrik
 Jangkrik akan melakukan perkawinan jika spesies jantan dan betina sama, walaupun ada beberapa peternak yang mencoba mengawinkan jangkrik dengan cara uji silang dengan spesies yang berbeda, perbandingan jantan dan betina selama penangkaran diusahakan (betina lebih banyak daripada jantan), beri pakan yang cukup daun singkong, daun pepaya, daun ubi jalar, dan sejenisnya. Dalam beberapa minggu saja biasanya jangkrik sudah mengeluarkan ratusan bahkan ribuan telur. Pindahkan telur untuk dilakukan pembesaran, proses telur menjadi anak terjadi 14 – 30 hari paska penetasan. Kontrol dan pelihara kondisi kandang secara kontinyu agar calon anakan jangkrik tetap terjaga, setiap satu atau dua hari sekali pakan diganti dengan yang baru.
Terima kasih dan sukses untuk anda




Sunday, June 14, 2015

CARA TERNAK Dan BUDI DAYA BELUT BAGI PEMULA

Sebelumnya saya sampaikan selamat datang atas kunjungan anda ke blog ini…



Ok ini saya sampaikan sederhana, tidak ribet, dan langsung saja…

A.      Mengenal Belut
Belut merupakan hewan yang dapat berubah jenis kelamin (hermaprodit) ketika berusia muda berjenis kelamin betina, dan akan berubah jenis kelamin jantan ketika memasuki usia tua.
Terdapat 3 (tiga) jenis belut yang umumnya dikenal di Indonesia :

1.    Belut sawah  (Monopterus albus Zuieuw)
2.    Belut rawa (Synbranchus bengalensis Mc. Clell), dan
3.    Belut bermata kecil (Macrotrema caligans/Cantor)

Belut sawah misalnya (yang akan saya bahas) termasuk jenis ikan suku Synbranchidae ordo Synbranchiiformes, kerajaan Animalia, filum Chordata, kelas Actinopterygii, familia Synbranchidae, genus Monopterus, Species Monopterus albus Zuieuw.

Seperti anda ketahui bahwa belut sawah hidup di sawah dan rawa, sehingga bagi anda yang (maaf) memiliki modal sedikit anda dapat menggunakan keterampilan anda yaitu dengan mengambil/ memancing belut langsung di sawah, caranya gampang dan tidak memerlukan banyak biaya yang keluar. Anda juga tidak perlu khawatir bahwa belut yang anda dapatkan langsung dari sawah sangat berpotensi memiliki keturunan yang banyak sebab biasanya belut sawah identik dengan belut lepas dan bebas sehingga proses untuk memperbanyak anakan belut akan lebih cepat.

Jika anda penasaran dan memiliki modal cukup tak ada salahnya anda membeli bibit kemasan yang biasa dijual di tempat penjualan bibit, beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika anda ingin memulai bisnis ini adalah :

1.    Penyediaan lahan penangkaran
a.         Siapkan lahan
·      Ukuran lahan yang biasa dianjurkan adalah ukuran kolam (panjang 5m x lebar 4,5m x tinggi 1m) atau sesuai dengan keinginan dan kapasitas bibit
·      Lahan sebagai media penangkaran anakan belut juga dapat dibuat dengan kolam bambu menggunakan terpal dan plastik asal ukurannya sesuai
·      Sediakan jerami, gedebog pisang, tanah alami (tanah sawah), pasir, genjer, kareo sawah, ijuk pohon aren
·      Kombinasikan atau campurkan tahan alami dengan pasir (simpan dibagian dasar kolam)
·      Jerami (simpan dilapisan kedua, secukupnya dan menyesuaikan), beri pupuk urea 4-5 kg
·      Gedebog pisang (simpan dilapisan ketiga, secukupnya dan menyesuaikan)
·      Ijuk pohon aren (simpan dilapisan keempat, secukupnya dan menyesuaikan)
·      Ijuk pohon aren (simpan dilapisan kelima, secukupnya dan menyesuaikan)
Ijuk pohon aren berfungsi sebagai media rangsang dan penyimpanan calon anakan telur belut
·      Isi dengan air (jangan sampai meluber)
·      Tanami dengan genjer, kareo sawah, ataupun eceng gondok sebagai media teduh
·      Jangan lupa beri juga pupuk kandang secukupnya
·      Setelah selesai simpan dan diamkan selama 1 minggu  atau maksimal 2 minggu agar terjadi proses permentasi dan (agar terdapat pakan alami di dalam kolam penangkaran)
·      Langkah selanjutnya adalah memasukan indukan belut yang sudah anda pilih sebelumnya (jumlahnya sesuai keinginan anda) lebih banyak indukan belut lebih baik
·      Untuk ukuran kolam di atas bibit anakan belut yang akan anda dapatkan dapat mencapai ribuan bibit tergantung kapasitas awal indukan yang anda tebar
·      Lakukan pengontrolan (agar selama proses penangkaran anakan belut tidak terganggu oleh hama atau pemangsa)
·      Catatan pentingnya adalah anda tidak perlu memilih calon indukan jantan atau betina langsung saja masukan kedalam kolam (sebab belut secara otomatis dapat merubah jenis kelamin)
b.         Lakukan pengontrolan dan amati apa saja yang terjadi selama proses berlangsung

B.       Pemberian Pakan

Pakan belut sebetulnya mudah didapat misalnya keong, tutut, bekicot, cacing sawah, cacing sutera (cacing tanah), dan sejenisnya. Selama proses anakan belut pakan alami tersebut alangkah baiknya jika dicincang halus, walaupun sebetulnya sudah tersedia pakan alami (hasil permentasi) di dalam kolam. 

C.      Pengambilan anakan belut dan pemeliharaan

Setelah anda berhasil (dalam waktu tertentu, dari proses sampai menjadi anakan belut) saya rasa anda akan dibuat repot untuk memindahkan anakan belut dengan kapasitas tersebut, akan tetapi anda tidak perlu bingung hal termudah yang dapat anda lakukan adalah (jika anda memiliki kolam ikan ukuran besar), tepat di tengah kolam anda dapat memasang terpal dalam ukuran besar (anda pasti faham maksud saya), jika anda faham ya,… anda tinggal memindahkan anakan belut tadi ke dalam terpal, beres kan…
Proses pemeliharaan secara kontinyu akan lebih efektif untuk melihat perkembangan anakan belut, pemberian pakan dilakukan pagi, siang, dan sore hari atau pagi, sore, dan malam hari.

Semoga bermanfaat, selamat mencoba, dan sukses untuk kita.