Jangkrik (bahasa latin Gryllidae) merupakan serangga kecil
yang bersuara nyaring, keras, mulai aktif dan mencari makan ketika sore dan
menjelang malam hari, beberapa jenis jangkrik yang dikenal di tengah masyarakat
saat ini pada umumnya adalah jenis jangkrik Gangsir (Brachytrypes
portentosus) identik berwarna coklat muda, Jeliteng (Grylfus bimaculatus) identik
berwarna hitam pekat bercolak kuning/ orange Jerabang (Gryllus
domesticus) identik berwarna cokelat muda/tua, kuningt terang, Upa/upo (Gryllodes sigillatus) identik berwarna putik terang berkumis
panjang, Bering (Telegrylfus
mitratus) identik berwarna hitam pekat. Suara yang dikeluarkan oleh setiap
jangkrik berbeda – beda tergantung cara kita memelihara dan terkadang juga
sesuai dengan kondisi alam suatu wilayah. Hampir mayoritas peternak jangkrik
tahu betul karakteristik masing – masing jangkrik dan turunannya, bagi para
pemula yang baru akan menekuni bisnis ini saya sarankan untuk menggali ilmu dan
menguak referensi positif dari dan oleh para peternak senior dan profesional,
agar kelak apa yang kita realisasikan tidak sia – sia dan menghambur –
hamburkan modal.
Persiapan
- Area Kandang : usahakan ruangan tertutup (hindari keramaian dan bising), jauh dari jangkauan anak – anak, hanya ada sedikit sinar matahari yang masuk ke area kandang
- Bahan dan Peralatan : sediakan triplek diameter 3 mili, papan, atau sejenisnya (sesuaikan dengan rencana dan model yang anda inginkan, golok, meteran, paku, kayu, kaso, selotif, lem kayu, plastik, pasir, dan sebagainya)
Pembuatan
Kandang
- Ukuran kandang : panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 70 cm
- (jika anda berencana membuat kandang bertingkat kalkulasikan dan sesuaikan saja ukuran kandangnya, akan tetapi saya menyarankan agar kandang dibuat rean memanjang dan berjejer, agar mudah dalam pengontrolan dan panen)
- Usahakan kotak yang dibuat rapih dan tidak terdapat celah
- Penutup kotak dibuat otomatis (bisa dibuka – tutup manual)
- Sediakan tempat untuk memasang cangkokan lampu (listrik) fungsinya agar anda tidak kerepotan ketika memeriksa kondisi kandang pada malam hari
- Pasang plastik di bagian dalam kandang (sisi - sisi kandang), fungsinya sebagai pelicin dan agar jangkrik tidak kabur ke luar kandang
- Usahakan tidak ada celah pada setiap sekatan atau sudut – sudut kandang (telur dan anakan jangkrik ukurannya sangan mini)
- Beri taburan secukupnya pasir sebagai media perangsang dan tempat bertelur
- Sediakan wadah berukuran kecil untuk tempat minum jangkrik
- Di bagian dalam kandang sediakan kardus (jika ada dus/ kertas bekas telur), koran bekas di buat bulatan besar, dan sebagainya (media apa saja dapat digunakan sebagai tempat bertelur dan anakan jangkrik sesuaikan dengan keinginan dan kreatifitas anda)
- Anda juga dapat memanfaatkan tong bekas sebagai kandang buatan
(lihat gambar simulasi )
Gambar Simulasi A. Kandang Berbentuk Kotak Peti
Gambar Simulasi B. Kandang Terbuat Dari Tong Bekas
Persiapan Calon Indukan
Sebelum menjelaskan sedikit banyak tentang persiapan bibit
indukan saya akan memberi pertanyaan bagi anda pembaca :
Pertanyaan pertama, apakah anda tinggal di desa atau kampung
? (tidak perlu dijawab)
Pertanyaan kedua, apakah anda tinggal di daerah pebukitan, kebun,
sawah, dan dikelilingi gunung dan hutan? (tidak perlu dijawab)
Pertanyaan ketiga, apakah anda orang Indonesia hehehe sabar
gan…!?
Nah, jawaban dari ketiga pertanyaan tadi adalah bahwa anda orang
beruntung dan menuju sukses, anda tidak akan kesulitan mendapatkan bibit
indukan jangkrik sebab para jangkrik sedang menunggu anda di sana. Untuk
mendapatkan calon indukan jangkrik dalam kapasitas besar, maka tidak salah jika
anda memanfaatkan jasa (anak – anak desa) untuk mengambilnya di kebun.
Untuk mengetahui ciri – ciri jangkrik jantan adalah suara keras (men_derik), sayap di bagian
atas punggung kriting, jika ditiup keras pada bagian belakang akan mengeluarkan
suara, lincah, agresif, dan cenderung rapih (mengkilap). Untuk jangkrik betina (merupakan kebalikan
dari jangkrik jantan) hanya saja jangkrik betina memiliki alat untuk bertelur atau
dikenal dengan ovipositor.
Tipsnya adalah cari dan pilih calon indukan jangkrik yang masih lengkap
(kondisi fisik jangkrik tidak cacat)
Proses Perkawinan
Jangkrik
Jangkrik akan melakukan
perkawinan jika spesies jantan dan betina sama, walaupun ada beberapa peternak
yang mencoba mengawinkan jangkrik dengan cara uji silang dengan spesies
yang berbeda, perbandingan jantan dan betina selama penangkaran diusahakan
(betina lebih banyak daripada jantan), beri pakan yang cukup daun singkong,
daun pepaya, daun ubi jalar, dan sejenisnya. Dalam beberapa minggu saja
biasanya jangkrik sudah mengeluarkan ratusan bahkan ribuan telur. Pindahkan
telur untuk dilakukan pembesaran, proses telur menjadi anak terjadi 14 – 30
hari paska penetasan. Kontrol dan pelihara kondisi kandang secara kontinyu agar
calon anakan jangkrik tetap terjaga, setiap satu atau dua hari sekali pakan
diganti dengan yang baru.
Terima kasih dan sukses untuk anda



No comments:
Post a Comment