Sunday, June 14, 2015

CARA TERNAK Dan BUDI DAYA BELUT BAGI PEMULA

Sebelumnya saya sampaikan selamat datang atas kunjungan anda ke blog ini…



Ok ini saya sampaikan sederhana, tidak ribet, dan langsung saja…

A.      Mengenal Belut
Belut merupakan hewan yang dapat berubah jenis kelamin (hermaprodit) ketika berusia muda berjenis kelamin betina, dan akan berubah jenis kelamin jantan ketika memasuki usia tua.
Terdapat 3 (tiga) jenis belut yang umumnya dikenal di Indonesia :

1.    Belut sawah  (Monopterus albus Zuieuw)
2.    Belut rawa (Synbranchus bengalensis Mc. Clell), dan
3.    Belut bermata kecil (Macrotrema caligans/Cantor)

Belut sawah misalnya (yang akan saya bahas) termasuk jenis ikan suku Synbranchidae ordo Synbranchiiformes, kerajaan Animalia, filum Chordata, kelas Actinopterygii, familia Synbranchidae, genus Monopterus, Species Monopterus albus Zuieuw.

Seperti anda ketahui bahwa belut sawah hidup di sawah dan rawa, sehingga bagi anda yang (maaf) memiliki modal sedikit anda dapat menggunakan keterampilan anda yaitu dengan mengambil/ memancing belut langsung di sawah, caranya gampang dan tidak memerlukan banyak biaya yang keluar. Anda juga tidak perlu khawatir bahwa belut yang anda dapatkan langsung dari sawah sangat berpotensi memiliki keturunan yang banyak sebab biasanya belut sawah identik dengan belut lepas dan bebas sehingga proses untuk memperbanyak anakan belut akan lebih cepat.

Jika anda penasaran dan memiliki modal cukup tak ada salahnya anda membeli bibit kemasan yang biasa dijual di tempat penjualan bibit, beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika anda ingin memulai bisnis ini adalah :

1.    Penyediaan lahan penangkaran
a.         Siapkan lahan
·      Ukuran lahan yang biasa dianjurkan adalah ukuran kolam (panjang 5m x lebar 4,5m x tinggi 1m) atau sesuai dengan keinginan dan kapasitas bibit
·      Lahan sebagai media penangkaran anakan belut juga dapat dibuat dengan kolam bambu menggunakan terpal dan plastik asal ukurannya sesuai
·      Sediakan jerami, gedebog pisang, tanah alami (tanah sawah), pasir, genjer, kareo sawah, ijuk pohon aren
·      Kombinasikan atau campurkan tahan alami dengan pasir (simpan dibagian dasar kolam)
·      Jerami (simpan dilapisan kedua, secukupnya dan menyesuaikan), beri pupuk urea 4-5 kg
·      Gedebog pisang (simpan dilapisan ketiga, secukupnya dan menyesuaikan)
·      Ijuk pohon aren (simpan dilapisan keempat, secukupnya dan menyesuaikan)
·      Ijuk pohon aren (simpan dilapisan kelima, secukupnya dan menyesuaikan)
Ijuk pohon aren berfungsi sebagai media rangsang dan penyimpanan calon anakan telur belut
·      Isi dengan air (jangan sampai meluber)
·      Tanami dengan genjer, kareo sawah, ataupun eceng gondok sebagai media teduh
·      Jangan lupa beri juga pupuk kandang secukupnya
·      Setelah selesai simpan dan diamkan selama 1 minggu  atau maksimal 2 minggu agar terjadi proses permentasi dan (agar terdapat pakan alami di dalam kolam penangkaran)
·      Langkah selanjutnya adalah memasukan indukan belut yang sudah anda pilih sebelumnya (jumlahnya sesuai keinginan anda) lebih banyak indukan belut lebih baik
·      Untuk ukuran kolam di atas bibit anakan belut yang akan anda dapatkan dapat mencapai ribuan bibit tergantung kapasitas awal indukan yang anda tebar
·      Lakukan pengontrolan (agar selama proses penangkaran anakan belut tidak terganggu oleh hama atau pemangsa)
·      Catatan pentingnya adalah anda tidak perlu memilih calon indukan jantan atau betina langsung saja masukan kedalam kolam (sebab belut secara otomatis dapat merubah jenis kelamin)
b.         Lakukan pengontrolan dan amati apa saja yang terjadi selama proses berlangsung

B.       Pemberian Pakan

Pakan belut sebetulnya mudah didapat misalnya keong, tutut, bekicot, cacing sawah, cacing sutera (cacing tanah), dan sejenisnya. Selama proses anakan belut pakan alami tersebut alangkah baiknya jika dicincang halus, walaupun sebetulnya sudah tersedia pakan alami (hasil permentasi) di dalam kolam. 

C.      Pengambilan anakan belut dan pemeliharaan

Setelah anda berhasil (dalam waktu tertentu, dari proses sampai menjadi anakan belut) saya rasa anda akan dibuat repot untuk memindahkan anakan belut dengan kapasitas tersebut, akan tetapi anda tidak perlu bingung hal termudah yang dapat anda lakukan adalah (jika anda memiliki kolam ikan ukuran besar), tepat di tengah kolam anda dapat memasang terpal dalam ukuran besar (anda pasti faham maksud saya), jika anda faham ya,… anda tinggal memindahkan anakan belut tadi ke dalam terpal, beres kan…
Proses pemeliharaan secara kontinyu akan lebih efektif untuk melihat perkembangan anakan belut, pemberian pakan dilakukan pagi, siang, dan sore hari atau pagi, sore, dan malam hari.

Semoga bermanfaat, selamat mencoba, dan sukses untuk kita.


No comments: