Ternak ikan lele menjadikan salah satu media bisnis yang banyak digeluti, semua pebisnis dari berbagai kalangan terus berupaya mengembangkan bisnis ini. Akan tetapi sejalan dengan itu tidak sedikit dari para pebisnis yang belum mengetahui teknik maupun cara mengembangkan bisnis ini agar lebih intensif dalam meraup keuntungan yang lebih besar. Beberapa dari mereka memberikan opini bahwa hal yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis ternak ini adalah dari diri kita sendiri. Eksperimen yang dilakukan sendiri akan lebih mudah untuk dijalankan daripada mengikuti apa kata orang, banyak referensi dan media pembelajaran untuk dijadikan sumber acuan dalam menjalankan usaha ini baik media sosial maupun media cetak. Ingat, Itu hanya referensi dan acuan sementara jika kita tidak kreatif dalam menciptakan eksperimen berarti kita belum mampu untuk memulai bisnis tersebut (ikut-ikutan saja) berhasil ataupun tidak hasil eksferimen kita tentu akan membuat kita bangga dengan hasil karya tangan kita sendiri. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dapat disampaikan pengalaman ternak mengenai cara pemijahan ikan lele.
Cara Memijahkan Ikan Lele
- Langkah awal
a. Tentukan lokasi kolam / tempat jika sebelumnya belum tersedia
b. Siapkan perlengkapan (perkakas dan bahan *paku, pisau, ember, bambu, plastik, sabut atau ijuk pohon aren, dan lain-lain*)
c. Siapkan bibit ikan lele yang sudah di sortir dan dianggap siap untuk dipijahkan
d. Catatan penting : abaikan langkah awal di atas jika sebelumnya anda sudah memiliki kolam, anda tinggal menuju langkah pelaksanaan
- Langkah Pelaksanaan
b. Pasang plastik di bagian dalam kolam sebagai media penampung air
(ingat ukuran plastik melebihi ukuran kolam sebenarnya), anda pasti paham cara memasangnya.
c. Pasang sabut atau ijuk pohon aren sebagai media perangsang tepat di tengah kolam sebagai media perangsang ketika ikan melakukan reaksi pemijahan
d. Isi kolam dengan air secukupnya sesuaikan dengan kedalaman kolam (kira-kira 55 cm atau 60 cm (jangan sampai meluber).
e. Masukan pupuk kandang secukupnya sebagai media pakan alami.
f. Jika sudah dirasa cukup maksimal tutup kolam dengan belahan bambu agar tidak ada kotoran dari luar yang masuk dan beri beberapa lubang pentilasi.
g. Diamkan selama 1 x 24 jam. Nah bersamaan dengan waktu tersebut indukan ikan lele jantan dan betina sebagai calon untuk dipijahkan simpan di dalam ember (diberok) dan jangan diberi makan.
Setelah proses tersebut dilakukan langkah selanjutnya adalah :
h. Masukan sepasang indukan lele tersebut, tutup kolam dan biarkan (selama proses pemijahan berlangsung) indukan lele jangan terlalu banyak diberi pakan. Sebab sudah tersedia dari pupuk kandang yang sebelumnya sudah ada di dalam kolam.
i. Proses pemijahan biasanya berlangsung selam minimal 1 minggu dan maksimal 2 minggu. (jangan lupa untuk selalu dikontrol perkembangannya.
j. Ikan lele normal dan sehat akan bertelur selama satu minggu paling lambat dua minggu.
- Langkah Akhir/ Pemutakhiran Hasil Pemijahan
a. Jika proses pemijahan berhasil anakan lele akan menempel pada dinding kolam ataupun menempel pada sabut atau ijuk pohon aren (coba perhatikan dengan betul).
b. Biasanya sekali pijahan anakan lele dapat mencapai sekitar 1000 ekor sampai dengan 2000 ekor tergantung jenis dan bibit indukan, cara memijah, kapasitas kandang, dan kondisi lingkungan.
c. Setelah anda merasa berhasil, pindahkan induk jantan dan betina (jangan disatukan dalam satu kolam bersama anakan ikan lele).
d. Jika anda berhasil ataupun gagal anda akan merasakan kepuasan tersendiri karena anda telah berani mencoba hal-hal yang baru.
- Langkah Lanjutan
Maaf jika anda merasa sulit mengikuti alur tersebut sebagaimana diuraikan di atas, berikut saya sampaikan gambar simulasi umum untuk anda.
Proses Pemeliharaan Bibit Anakan Ikan Lele
Setelah proses pemijahan berjalan dengan lancar dan sukses sampai menghasilkan ratusan bahkan ribuan bibit unggulan, tentu pekerjaan anda tidak akan selesai sampai disitu karena beberapa hal dan tindakan akan menanti anda sehingga anda dituntut untuk lebih intens lagi dalam mengawal bibit anakan ikan lele tersebut agar tidak terlalu banyak yang gugur atau mati. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemeliharaan adalah :
- Kandang harus tetap aman dari gangguan hama yang biasanya sering mengganggu (lihat gambar simulasi umum)
- Usahakan untuk tetap mengontrol perkembangan bibit
- Jika perlu beri aliran air (kira-kira selang saluran air berukuran bolpoin) sebab percikan dan cipratan air yang menghasilkan gelembung dapat berfungsi sebagai oksigen buatan untuk bibit. Selain itu tujuan utamanya adalah agar bibit tersebut terus bergerak agresif dan tidak jenuh.
- Pemberian pakan dilakukan setiap pagi pukul 09.00 sore pukul 16.00 dan malam pukul 22.00 lakukan secara teratur agar tumbuh kembang bibit lele normal.
- Jenis pakan selama 1 bulan pertama adalah dengan kuning telur yang sudah direbus (pemberian pakan secukupnya, tidak berlebihan), berikan juga pakan dari sayuran (bayam, kangkung, daun singkong) secukupnya. selain itu anda juga dapat memberikan pakan berupa hewan kecil yang tidak mematikan (cacing tanah, lalat, telur kroto, belut, tutut, keong mas) yang sudah dicincang lembut.
- Usahakan beri rongga atau celah agar bibit lele terkena sinar matahari langsung terutama pagi hari.
- Air kolam diganti (jangan dikuras habis) sisakan setengahnya dari total isi kolam (lakukan seminggu sekali).
- Nah, jika 1 bulan ini pemeliharaan anda maksimal dan intens maka untuk bulan berikutnya anda dapat melakukannya sesuai dengan kebutuhan anda (bebas), disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan bibit lele tersebut.
- Selamat mencoba, semoga berhasil, dan terima kasih


No comments:
Post a Comment