Sebelumnya
saya sampaikan selamat datang atas kunjungan anda ke blog ini…
Ok ini saya sampaikan sederhana, tidak ribet, dan
langsung saja…
A.
Mengenal
Belut
Belut
merupakan hewan yang dapat berubah jenis kelamin (hermaprodit) ketika berusia muda berjenis kelamin betina, dan akan
berubah jenis kelamin jantan ketika memasuki usia tua.
Terdapat
3 (tiga) jenis belut yang umumnya dikenal di Indonesia :
1. Belut
sawah (Monopterus
albus Zuieuw)
2. Belut rawa (Synbranchus bengalensis Mc. Clell), dan
3. Belut bermata kecil (Macrotrema caligans/Cantor)
Seperti
anda ketahui bahwa belut sawah hidup di sawah dan rawa, sehingga bagi anda yang
(maaf) memiliki modal sedikit anda dapat menggunakan keterampilan anda yaitu
dengan mengambil/ memancing belut langsung di sawah, caranya gampang dan tidak
memerlukan banyak biaya yang keluar. Anda juga tidak perlu khawatir bahwa belut
yang anda dapatkan langsung dari sawah sangat berpotensi memiliki keturunan
yang banyak sebab biasanya belut sawah identik dengan belut lepas dan bebas
sehingga proses untuk memperbanyak anakan belut akan lebih cepat.
Jika
anda penasaran dan memiliki modal cukup tak ada salahnya anda membeli bibit
kemasan yang biasa dijual di tempat penjualan bibit, beberapa hal yang perlu
diperhatikan ketika anda ingin memulai bisnis ini adalah :
1. Penyediaan
lahan penangkaran
a.
Siapkan lahan
· Ukuran
lahan yang biasa dianjurkan adalah ukuran kolam (panjang 5m x lebar 4,5m x
tinggi 1m) atau sesuai dengan keinginan dan kapasitas bibit
· Lahan
sebagai media penangkaran anakan belut juga dapat dibuat dengan kolam bambu
menggunakan terpal dan plastik asal ukurannya sesuai
· Sediakan
jerami, gedebog pisang, tanah alami (tanah sawah), pasir, genjer, kareo sawah,
ijuk pohon aren
· Kombinasikan
atau campurkan tahan alami dengan pasir (simpan dibagian dasar kolam)
· Jerami
(simpan dilapisan kedua, secukupnya dan menyesuaikan), beri pupuk urea 4-5 kg
· Gedebog
pisang (simpan dilapisan ketiga, secukupnya dan menyesuaikan)
· Ijuk
pohon aren (simpan dilapisan keempat, secukupnya dan menyesuaikan)
· Ijuk
pohon aren (simpan dilapisan kelima, secukupnya dan menyesuaikan)
Ijuk
pohon aren berfungsi sebagai media rangsang dan penyimpanan calon anakan telur
belut
· Isi
dengan air (jangan sampai meluber)
· Tanami
dengan genjer, kareo sawah, ataupun eceng gondok sebagai media teduh
· Jangan
lupa beri juga pupuk kandang secukupnya
· Setelah
selesai simpan dan diamkan selama 1 minggu atau maksimal 2 minggu agar terjadi proses
permentasi dan (agar terdapat pakan alami di dalam kolam penangkaran)
· Langkah
selanjutnya adalah memasukan indukan belut yang sudah anda pilih sebelumnya
(jumlahnya sesuai keinginan anda) lebih banyak indukan belut lebih baik
· Untuk
ukuran kolam di atas bibit anakan belut yang akan anda dapatkan dapat mencapai
ribuan bibit tergantung kapasitas awal indukan yang anda tebar
· Lakukan
pengontrolan (agar selama proses penangkaran anakan belut tidak terganggu oleh
hama atau pemangsa)
· Catatan
pentingnya adalah anda tidak perlu memilih calon indukan jantan atau betina
langsung saja masukan kedalam kolam (sebab belut secara otomatis dapat merubah
jenis kelamin)
b.
Lakukan pengontrolan dan amati apa saja yang
terjadi selama proses berlangsung
B.
Pemberian
Pakan
Pakan
belut sebetulnya mudah didapat misalnya keong, tutut, bekicot, cacing sawah,
cacing sutera (cacing tanah), dan sejenisnya. Selama proses anakan belut pakan
alami tersebut alangkah baiknya jika dicincang halus, walaupun sebetulnya sudah
tersedia pakan alami (hasil permentasi) di dalam kolam.
C.
Pengambilan
anakan belut dan pemeliharaan
Setelah
anda berhasil (dalam waktu tertentu, dari proses sampai menjadi anakan belut)
saya rasa anda akan dibuat repot untuk memindahkan anakan belut dengan
kapasitas tersebut, akan tetapi anda tidak perlu bingung hal termudah yang
dapat anda lakukan adalah (jika anda memiliki kolam ikan ukuran besar), tepat
di tengah kolam anda dapat memasang terpal dalam ukuran besar (anda pasti faham
maksud saya), jika anda faham ya,… anda tinggal memindahkan anakan belut tadi
ke dalam terpal, beres kan…
Proses
pemeliharaan secara kontinyu akan lebih efektif untuk melihat perkembangan
anakan belut, pemberian pakan dilakukan pagi, siang, dan sore hari atau pagi,
sore, dan malam hari.
Semoga
bermanfaat, selamat mencoba, dan sukses untuk kita.